Picture alt

Secara Denotatif dan Agitatif, Dr. Fahri Bachmid, SH,MH : “Telah Melanggar Pidana Pemilu” 5/5 (1)

by
banner265149 Iklan

This post has already been read 3669 times!

Read Time:1 Minute, 57 Second

Manggar|Belitung Timur|Bangka Belitung|Okebozz.Com — Penjelasan Dr. Fahri Bachmid, SH, MH dalam penyampaian sebagai keterangan ahli terkait dengan Perkara Pidana Pemilu yang saat ini sedang bergulir dipengadilan.

Fahri berpendapat bahwa berdasarkan kajian dan penelaahan terhadap konteks dan kalimat yang dilontarkan oleh Terdakwa Saudari Syarifah Amelia sekaligus sebagai Ketua Tim Pemenangan Berakar ini, yang secara denotatif yaitu sebagai berikut “karena kalau bersih Pilkada Belitung Timur, maka yang menang akan nomor (dijawab oleh peserta kampanye satu)”.

“Spirit kalimat dimaksud adalah sangat agitatif yang mana dengan penghasutan itu ada pesan yang disampaikan kepada publik bahwa pasangan nomor urut satu lah yang akan keluar sebagai pemenang, sehingga tidak ada alasan pembenar atau dibenarkan jika nantinya terbukti ada pasangan lain selain nomor urut satu yang menang, dan jika ada pasangan selain nomor urut satu yang menang, maka pastilah itu didapatkan dengan cara-cara yang tidak jujur dan curang”, ungkap Dr. Fahri Bachmi saat dihubungi wartawan via Whatsapp.

Pilkada itu sendiri karena sebenarnya Pasal 69 itu sudah mengatur secara tegas terkait larangan kampanye, sehingga kalimat pertama adalah kalimat menghasut  yang pada dasarnya tidak sejalan dengan kaidah larangan kampanye sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Saya berpendapat bahwa menghasut disini cukup perbuatannya saja maka telah dapat dikualifisir telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu “menghasut”, bagi saya karena konstruksi norma dalam ketentuan Pasal 69 Huruf c UU a quo masih tetap formil sehingga delik penghasutan tersebut tidak perlu dibuktikan, artinya sepanjang memenuhi syarat bahwa telah mengucapkan didepan umum, ada pihak yang mengucapkannya,” jelas Fahri yang juga telah banyak menyelesaikan sengketa pemilu ini. 

Read the Next News ;   Kita Perlu Tolak Klaim Keampuhan Obat Herbal, Ini Alasannya

Keberadaan Undang-Undang tentang Pemilu ini lebih diprioritaskan penegakannya daripada KUHP dan UndangUndang ITE sebagaimana implementasi dari asas Lex Specialis Derograt Legi Generali. Asas Lex Specialis Derograt Legi Generali merupakan salah satu asas preferensi yang dikenal dalam ilmu hukum.

Asas ini berarti hukum yang khusus mengenyampingkan hukum yang umum. Sebagai asas preferensi maka asas ini dalam implementasinya menunjuk hukum mana yang lebih didahulukan untuk diberlakukan, jika dalam suatu peristiwa terdapat beberapa peraturan sejenis yang dilanggar.

“Asas ini dinormakan dalam Pasal 63 ayat (2) KUHP yang menyatakan bahwa, “Jika suatu tindakan masuk dalam suatu ketentuan pidana umum, tetapi termasuk juga dalam ketentuan pidana khusus, maka hanya yang khusus itu yang diterapkan,”tegas Fahri Bachmi sebagai saksi ahli Pasangan Yuri Anca sekaligus pakar Hukum Tata Negara ini. |JSCgroupmedia|Muara Indonesia.Com|***|

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %
banner265149 Iklan
(Visited 18 times, 1 visits today)

Please rate this

 

Average Rating

5 Star
100%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Secara Denotatif dan Agitatif, Dr. Fahri Bachmid, SH,MH : “Telah Melanggar Pidana Pemilu”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *