Picture alt

Kisah Perawat di Desa Terpencil, Nikmatnya Mabuk Laut & Naik Turun Gunung 2.67/5 (3)

by
Maria Mahendra Charolin (Dok. Pribadi)
banner265149 Iklan

This post has already been read 827 times!

Read Time:2 Minute, 32 Second

Maumere|Sikka|Nusa Tenggara Timur|Okebozz.Com — Mengabdi selama kurang lebih lima tahun di Pulau Palue punya kesan tersendiri bagi Maria Mahendra Charolin.

Dara 28 tahun ini adalah seorang perawat PTT Provinsi NTT yang sejak lulus dari Poltekes Kupang langsung mengabdikan diri bagi warga masyarakat Palue, Kabupaten Sikka.

“Saya percaya bahwa sebagai perawat yang bertugas di pulau yang jauh dari hiruk-pikuk kota tugas ini sungguh mulia.

Kadang-kadang saya merasa jauh sekali dari keluarga apalagi sejak tahun 2015. Saya bekerja di sini jadi segala suka-duka saya alami,” ujar Charoline.

Read the Next News ;   70 Ribu Alumni Uncen Wajib Bersatu, Befa Yigibalom Ketua Umum PP KAMI 2020-2023

Satu hal yang jadi tantangan tersendiri adalah medan yang berat. Selama empat tahun bertugas di Puskesmas Tuanggeo, Charoline mengakui kalau tidak jalan kaki berarti harus melintasi lautan lagi agar dapat masuk ke pemukiman warga.

“Mau tidak mau harus dijalani. Naik turun gunung, kaki sakit. Kalau lewat laut, saya mabuk laut. Ya, saya nikmati saja,” imbuhnya.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
67 %
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
33 %
banner265149 Iklan
(Visited 17 times, 1 visits today)

Please rate this

 

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Kisah Perawat di Desa Terpencil, Nikmatnya Mabuk Laut & Naik Turun Gunung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *