Kawasan Wisata Sirukam Ibarat Paket Komplet, Destinasi Baru Unggulan Sumbar 5/5 (2)

by
Gubernur Sumbar menyicipi kopi di lokasi wisata Sirukam. (Foto: Ist.)
banner265149 Iklan

Solok | Sumatera Barat | Okebozz.Com | JSCgroupmedia — Kawasan Wisata Sirukam yang menggabungkan keindahan alam, pemandian,budaya, peternakan, dan perkebunan menjadi salah satu destinasi baru unggulan yang siap diluncurkan pada akhir 2021 di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

“Potensi kawasan wisata ini benar-benar komplet dan layak disebut sebagai salah satu yang terbaik di Sumbar,” kata Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi saat meninjau keindahan destinasi tersebut, Selasa (24/8/2021) lalu.

Di kawasan wisata itu bisa dinikmati keindahan Danau Singkarak dan pesona empat gunung masing-masing Gunung Marapi, Singgalang, Talang, dan Tandikek.

Lokasi itu juga menyediakan Kopi Sirukam dan Kopi Solok Radjo yang merupakan kopi unggulan dan telah dikenal hingga mancanegara.

“Sensasi kopi sambil menikmati keindahan alam sangat luar biasa. Apalagi di sekitar lokasi juga ada pemandian air panas yang juga berpotensi dikembangkan,” ujarnya.

Semua potensi itu masih didukung dengan taman bunga, peternakan sapi perah, ayam kukuak balenggek, penyulingan nilam dan taman buah-buahan.

Kawasan yang terletak di Nagari Sirukam, Kecamatan Payung Sakaki Kabupaten Solok itu dikembangkan oleh investor PT Sirukam Lumbung Nagari.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial mengatakan potensi pariwisata di Sumbar sangat luar biasa dan komplet mulai dari wisata dasar laut, pantai, pemandian, keindahan alam, seni budaya hingga kuliner.

Setiap tahun selalu ada destinasi baru yang bermunculan yang memiliki potensi menjadi wisata unggulan daerah karena dikelola dengan baik oleh investor dan masyarakat. [ JSCgroupmedia | Sumbar Fokus | 000/adpim/Sumbar | *** ]

Heboh Mobil Dinas Gubernur dan Wagub Sumbar, Mantan Gubernur Tergelitik dan Mengklarifikasi

Padang | Sumatera Barat | Okebozz.Com | JSCgroupmedia — Mantan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) dua periode, Prof. Irwan Prayitno, menyatakan tergelitik dan ingin berkomentar terkait maraknya pemberitaan mengenai mobil dinas

“Sebetulnya saya tidak ingin berkomentar terkait apa yang terjadi di Pemda Propinsi Sumbar akhir-akhir ini. Apalagi Gubernurnya se partai dengan saya. Tidak ingin berkomentar di publik karena tak elok. Toh saya bisa langsung menghubungi Buya Gubernur,” tegas pria yang pernah menjabat Gubernur Sumbar sejak tahun 2010 hingga tahun 2020 itu, Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, setelah membaca berita di media yang berjudul  Audy: Mobnas Dianggarkan Gubernur Sebelumnya, dirinya merasa ingin berkomentar. Ini karena ia menilai bahwa narasi yang disampaikan perlu diberi penjelasan lebih lanjut.

“Judulnya memang benar, tapi narasinya yang kurang pas,” ujar dia.

Dijelaskan, di PP no 109 tahun 2000 pasal 7 (1) berbunyi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah disediakan masing-masing sebuah kendaraan dinas.

“Kendaraan dinas adalah hak bagi kepala daerah dan wakilnya. Maka wajib dianggarkan. DPRD pasti setuju karena ini aturan. Bahkan saat pembahasan RAPBD 2021 lalu,  yang bersemangat menganggarkan kendaraan dinas ini dari banyak partai, karena bisa jadi kawan se-partainya yang akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur nantinya,” ulas suami dari anggota DPR RI, Nezi Zuairina, itu.

Kemudian, ditambahkan, setelah ketok palu di DPRD dan teranggarkan, maka terserah kepada Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah untuk membeli atau memakainya.

“Namanya hak, bisa saja ditolak. Anggaran yang ditolak bisa kembali dianggarkan melalui mekanisme normal yaitu anggaran perubahan atau di zaman COVID-19 ini ada refocusing anggaran. Saya dulu di tahun 2010 sempat menolak anggaran kendaraan dinas dan akhirnya memakai mobil pribadi termasuk istri Gubernur. Saya pun menolak pembangunan rumah dinas Gubernur yang sudah tidak layak. Dalam perjalanan naik pesawat, saya pun menolak naik bussiness class. Tentu banyak juga hak Gubernur yang ditolak,” terang Irwan.

Irwan menekankan, dalam kaitannya dengan hal ini, Gubernur sebelumnya (red-sebelum masa pimpinan Mahyeldi) tidak perlu disalahkan dalam melakukan penganggaran. Jika pemerintah daerah dan DPRD tidak menganggarkan hak kepala daerah dan wakil kepala daerah, bisa jadi muncul lagi polemik dan masalah baru.

“Mudah-mudahan sedikit penjelasan ini tidak memperkeruh suasana yang sudah keruh saat ini. Maaf bila ada yang tidak berkenan.  Saya hanyalah rakyat biasa yang juga perlu dihormati sebagaimana rakyat lainnya,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar yang saat ini menjabat, Audy Joinaldy, mengungkapkan, sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Gubernur, ia hanya menggunakan mobil pribadi merek Fortuner untuk mobilitas. Kemudian, karena ada pagu anggaran untuk mobil dibas maka dirinya menggunakan mobil dinas baru.

Pagu anggaran yang sebesar Rp3 miliar untuk mobil dinas tersebut kemudian dibelanjakan ke mobil dinas untuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar dengan nilai total Rp2 miliar. Untuk Gubernur Sumbar dibelikan Mitsubisgi Pajero Sport Dakar Ultimate. Sedangkan Wakil Gubernur Sumbar dibelikan Hyundai Palisade. [ JSCgroupmedia | Sumbar Fokus | 003 | *** ]

banner265149 Iklan

Please rate this

 

One thought on “Kawasan Wisata Sirukam Ibarat Paket Komplet, Destinasi Baru Unggulan Sumbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[sliders_pack id="4755"]