Picture alt

Jelang Pilgub Sulut, Keberadaan Partai Demokrat & PKS Masih Misteri No ratings yet.

by
banner265149 Iklan

This post has already been read 2295 times!

Read Time:5 Minute, 1 Second

Manado|Sulawesi Utara|Okebozz.Com — Kiblat Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut) masih tanda tanya. Di antara pemilik kursi legislatif, tinggal kedua partai ini yang sedikit pun belum menunjukkan arah berlabuhnya.

Sebelumnya, beberapa partai politik (parpol) yang memiliki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, telah memilih bergabung untuk mendukung pasangan usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK).

Sejumlah partai tersebut yakni Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Disamping itu, Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah bersepakat menduetkan Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Landjar.

Sedangkan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang telah memberikan rekomendasi ke Vonnie Anneke Panambunan, memiliki jumlah kursi yang memenuhi syarat untuk mengusung sendiri.

Dengan hanya bermodal 4 kursi di DPRD Sulut, peluang Demokrat mendapatkan usungan figur sendiri pun sangat tipis. Sama dengan PKS, Demokrat berpotensi besar untuk tinggal bergabung dengan yang lain.

Namun ke mana mereka akan menyatu, hingga kini belum juga menunjukkan sinyal.  “Apapun caranya, kedua parpol itu harus bergabung. Kalau tidak, bisa akan jadi penonton,” ungkap pakar politik di Sulut, Ferry Daud Liando, Rabu (22/7), saat dihubungi.

Read the Next News ;   Ada Yang Mengaku Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Akun Palsu

Liando memprediksi, kemungkinan Demokrat-PKS bakal memilih jalur ke kelompok Banteng Moncong Putih untuk membopong OD-SK. Hanya saja baginya, PDIP sudah memenuhi syarat pencalonan. “Kemungkinan keduanya akan ke PDIP. Tapi sudah tidak akan berpengaruh karena PDIP sudah memenuhi syarat pencalonan,” jelas akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado ini.

Selain itu menurutnya, Demokrat tidak juga dilirik dalam pencalonan karena terkesan power lemah. Misalnya, jumlah kursi tidak capai ambang batas pencalonan. Kemudian struktur kelembagaan mereka sangat lemah. “Sejak ditinggal Pak Vicky (Vicky Lumentut, red), para pengurus seperti anak ayam kehilangan induk.

Organisasinya makin tak terurus rapi. Apalagi Ai (Harley Mangindaan, red) anak Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah Demokrat (E. E. Mangindaan, red) telah bergabung dengan calon yang akan di usung Nasdem sehingga fokusnya terbelah,” jelas Liando.

Padahal justru Demokrat memiliki figur-figur yang bagus untuk menguatkan posisi tawar partai. Tinggal nanti partai yang kemudian menonjolkan mereka.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %
banner265149 Iklan
(Visited 26 times, 1 visits today)

Please rate this

 

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *