Harneli Bahar Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD Sumbar, Prihatin Honor Guru Masih Minim 5/5 (1)

by
Foto ; Google
banner265149 Iklan

Padang | Sumatera Barat | Okebozz.Com | JSCgroupmedia — Isteri Gubernur Sumatera Barat Harneli Bahar dikukuhkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Senin (23/8/2021).

Menyampaikan sambutan pertamanya sebagai Bunda PAUD setelah dikukuhkan oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, Harneli mengungkapkan keprihatinan terhadap kecilnya honor Guru PAUD.

“Saya prihatin kesejahteraan guru PAUD masih belum mendapat perhatian optimal sementara tugas dan tanggung jawab profesinya sangat berat. Bahkan ada guru yang hanya mendapatkan honor Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per bulan,” ungkap Harneli merangkum rilis di website resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Selasa (24/8/2021).

Ia mengungkapkan, guru PAUD memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dalam mempersiapkan anak-anak usia prasekolah memulai menata masa depan. Guru-guru PAUD mememiliki tanggung jawab besar menyiapkan anak-anak berkualitas dan berkarakter serta sekaligus mencapai tujuan pendidikan usia dini yang berkualitas.

“Namun di sisi lain, tunjangan atau honor yang diperoleh tidak memadai. Kesejahteraan guru PAUD belum mendapat perhatian optimal,” paparnya.

Untuk itu, ia berharap seluruh kepala daerah kabupaten dan kota di Sumatera Barat meningkatkan kepedulian dan perhatian kepada guru PAUD terutama dari sisi (alokasi) anggaran daerah masing-masing.

“Kepada bupati dan wali kota, berikanlah anggaran untuk PAUD untuk meningkatkan kesejahteraan guru sehingga pelaksanaan tugasnya semakin maksimal dalam mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa masih banyak anak-anak di bawah lima tahun yang belum mendapatkan akses pendidikan usia dini. Hal itu harus menjadi perhatian bagi seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

“Hal ini harus menjadi perhatian, karena masih banyak anak-anak balita yang belum mendapatkan akses PAUD. Masih banyak anak-anak yang kurang mendapat perlindungan, kasih sayang, pendidikan dan bermacam persoalan lainnya yang harus mendapatkan perhatian agar anak-anak mendapatkan hak kehidupan yang layak,” ulasnya.

Terkait kelembagaan PAUD, Harneli mengingatkan agar seluruh pengelola untuk terus melakukan pengembangan dan peningkatan menuju layanan PAUD yang berkualitas. Meningkatkan kualitas pembelajaran serta meningkatkan sarana prasarana belajar.

Dia menambahkan, anak-anak balita berada pada usia emas yang akan menentukan kehidupan mereka di masa mendatang. Apa bila mendapatkan pendidikan yang berkualitas maka meraka akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, begitu juga sebaliknya.

“Anak-anak balita berada pada usia emas. Kalau dari kecil sudah dibentuk dengan pondasi yang kokoh, maka mereka akan tumbuh menjadi manusia yang berkualitas dan berkarakter,” tutupnya. [ JSCgroupmedia | Padang Media | Febry Chaniago | *** ]

Rakorenbang Sumbar, Keterbatasan Sarana Telekomunikasi di Mentawai Jadi Perhatian

Padang | Sumatera Barat | Okebozz.Com | JSCgroupmedia — Hari kedua Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) Provinsi dan kabupaten/ kota se-Sumatera Barat, Selasa (9/3/2021) antara lain mendengarkan pemaparan dari Bupati Kepulauan Mentawai.

Salah satu yang menjadi perhatian Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di daerah kepulauan tersebut adalah akses jaringan internet dan telekomunikasi.

Bupati Mentawai Yudas Sibaggalet memaparkan, dari empat pulau besar di Kepulauan Mentawai, baru satu pulau yang sudah memiliki akses internet yaitu Pulau Sipora, itupun masih banyak titik-titik yang tidak ada sinyal (blank spot). Sedangkan Pulau Pagai Selatan, Siberut dan Pagai Utara belum ada.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Mahyeldi meminta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumbar Jasman Rizal untuk menindaklanjuti masalah jaringan internet di Kepulauan Mentawai.

“Persoalan ini harus disikapi serius. Saya minta Kepala Diskominfo provinsi untuk menindaklanjuti agar masalah internet di Mentawai bisa diatasi,” kata Mahyeldi.

Dalam sesi diskusi, Kepala Diskominfo Provinsi Sumbar Jasman Rizal mengakui belum optimalnya layanan internet di Mentawai. Daerah kepulauan itu masih minim sarana prasarana telekomunikasi.

“Pulau Sipora yang sudah mendapatkan akses pun, kondisinya masih jauh dari harapan,” sebutnya.

Jasman mengungkapkan, ada rencana salah satu provider yang akan membangun jaringan fiber optik bawah laut. Namun, rencana tersebut juga belum bisa dipastkan kapan akan terealisasi.

Jasman menerangkan, dalam aturan baru terkait pembangunan tower telekomunikasi, pemerintah kabupaten dan kota sudah bisa langsung ke kementerian terkait.

“Regulasi ini bisa dimanfaatkan oleh Pemkab Mentawai untuk mengajukan ke kementerian. Pemprov melalui Diskominfo siap memfasilitasi,”ujarnya.

Rakorenbang Provinsi bersama pemkab dan pemko se-Sumatera Barat telah berlangsung sejak kemarin (Senin, 8/3/2021). Akan berlangsung selama tiga hari hingga besok (Rabu, 10/3).

Rakorenbang tersebut adalah dalam rangka sinergitas dan sinkronisasi pembangunan antara pemprov dengan 19 kabupaten dan kota. Sehingga program pembangunan bisa lebih terarah dan terencana dengan baik sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat. [ JSCgroupmedia | Padang Media | Febry Chaniago | *** ]

banner265149 Iklan

Please rate this

 

One thought on “Harneli Bahar Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD Sumbar, Prihatin Honor Guru Masih Minim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[sliders_pack id="4755"]