Picture alt

Di Pondok Pesantren Mempawah, Enam Santri Senior Aniaya Adik Tingkat 5/5 (4)

by
banner265149 Iklan

This post has already been read 4594 times!

Read Time:4 Minute, 17 Second

Mempawah|Kalimantan Barat|Okebozz.Com — Sungguh miris nasib yang menimpa Fauzan Azima (14). Ia adalah Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawaiyah (MTs) Darussalam Sengkubang, Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalbar. Fauzan Azima atau akrab dipanggil Faiz ini, menjadi korban tindak kekerasan oleh para kakak kelasnya.

Mirisnya, kekerasan yang didapat oleh Faiz, terjadi di tempatnya menimba ilmu, yaitu Pondok Pesantren (Pontren) Darussalam Sengkubang. Selain ia bersekolah di MTs Darussalam Sengkubang, Faiz juga menimba ilmu di salah satu Pontren ternama di Kalbar ini.

Adapun tindak kekerasan yang dilakukan oleh enam kakak kelasnya di Pontren Darussalam Sengkungbang, terjadi pada Senin (20/7) lalu. Faiz, dipukuli dengan tangan dan benda keras lainnya, seperti gitar dan kursi, bahkan sempat diancam menggunakan pisau, oleh enam kakak kelasnya, rata-rata sudah kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Sengkubang.

“Saya juga dipaksa meminum air yang sudah diludahi oleh mereka. Selain itu, mereka juga memandikan saya atau menyiram badan saya dengan air septic tank (Penampung pembuangan WC),” tutur Faiz, saat bersama sang bibi, mengadukan nasibnya ke media, Senin (10/8).

Pengeroyokan ini terjadi, hanya karena Faiz meninggalkan Pontren Darussalam tanpa izin kepada pengasuh (Ustaz). Padahal, ia meninggalkan Pontren tempatnya belajar dan pulang ke rumah, dengan tujuan meminta uang iuran Kurban kepada keluarganya. Akibat dari pengeroyokan tersebut, pelipis dan sekujur badan Faiz lebam.

“Saya juga trauma, karena mereka mengancam, apabil saya sampai lapor ke pangasuh atau Kyia, maka nasib saya akan semakin buruk. Mereka mengamcam akan menghabisi saya,” ujarnya.

Read the Next News ;   Gelar Razia Masker, Dinkes Gandeng Kodam & Polda

Faiz sempat menyembunyikan tindak kekerasan yang menimpanya. Namun, karena adanya intimidasi dari kakak kelasnya tersebut, Faiz pun tidak tahan. Ia pun memberitahukan kepada keluarganya, agar menjemputnya dan tidak mau kembali ke Pontren.

Karena tidak terima akan perbuatan enam kakak kelas Faiz yang mengeroyok, maka keluarganya pun melaporkan ke Polres Mempawah. Walau sebelumnya, keluarga Faiz sempat berniat berdamai dengan pihak Pontren Sengkubang, tetapi tidak ada itikad baik menyelesaikan pengeroyokan ini.

Laporan ke Polres Mempawah, dilakukan oleh Eva Monarita, sang Bibi. Laporan dengan Tanda Bukti Lapor Nomor: TBL/207/VII/Res.1.6/2020 Kalbar/Res Mpw, diterima oleh Ajun Inspektur Dua (Aipda) Hayrul Anas, sebagai Kepala Unit II SPK Polres Mempawah, atas nama Kapolres Mempawah, pada Rabu, 22 Juli 2020 atau dua hari usai pengeroyokan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
50 %
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
50 %
banner265149 Iklan
(Visited 47 times, 1 visits today)

Please rate this

 

Average Rating

5 Star
100%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Di Pondok Pesantren Mempawah, Enam Santri Senior Aniaya Adik Tingkat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *