Picture alt

Dalam Kasus Edhy Prabowo Juga Terkait Monopoli Kargo Ekspor Benih Lobster 5/5 (1)

by
banner265149 Iklan

This post has already been read 141 times!

Read Time:4 Minute, 28 Second

Jakarta|Okebozz.Com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dan menahan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka dugaan suap dalam kegiatan ekspor benih lobster atau benur.

Edhy dan istrinya diduga menerima suap sebesar Rp3,4 miliar. Dalam penangkapan Edhy Prabowo, KPK menyita sejumlah barang mewah dan kartu ATM yang digunakan untuk belanja di luar negeri.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menjelaskan sebelum penangkapan itu, KPK menerima informasi ada dugaan terjadinya penerimaan uang oleh penyelenggara negara.

Pada 21 November 2020 sampai 23 November 2020, KPK kembali menerima informasi adanya transaksi pada rekening bank yang diduga sebagai penampung dana dari beberapa pihak yang sedang dipergunakan bagi kepentingan Penyelenggara Negara untuk pembelian sejumlah barang mewah di luar wilayah Indonesia.

Pada Selasa, 24 November 2020, Tim KPK bergerak dan membagi menjadi beberapa tim di area Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Tangerang Selatan, Depok (Jawa Barat) dan Bekasi (Jawa Barat) untuk menindaklanjuti adanya informasi itu.

Pada Rabu dinihari sekitar pukul 00.30 WIB, Tim KPK langsung melakukan penangkapan di beberapa lokasi. Di Bandara Soekarno Hatta, KPK menangkap Menteri Edhy, Iis (istri Edhy), Safri (Stafsus Edhy), Dirjen Tangkap Ikan KKP Zaini, Ajudan Edhy, Yudha, lalu Protokoler KKP Yeni, Humas KKP Desri, dan Dirjen Budi Daya KKP Selamet.

Read the Next News ;   Rupiah Menguat Terbawa Kebijakan BI Tahan Suku Bunga

KPK juga menangkap sejumlah orang lain di rumah masing-masing. Di antara yang ditangkap adalah SJT (Suharjito) selaku Direktur PT DPP, SWD (Siswadi) selaku Pengurus PT ACK, DP (Dipo) selaku Pengendali PT PLI, DD (Deden Deni) selaku Pengendali PT ACK, NT (Nety) selaku Istri dari Siswadi, CM (Chusni Mubarok) selaku staf Menteri KKP, AF (Ainul Faqih) selaku staf Istri Menteri KKP, SA (Syaihul Anam) selaku Staf Menteri KKP, dan MY (Mulyanto) selaku Staf PT Gardatama Security.

Para pihak tersebut selanjutnya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil tangkap tangan tersebut KPK menyita ATM BNI atas nama AF, Tas merek LV, tas merek Hermes, baju Old Navy, jam tangan Rolex, jam merek Jacob n Co, tas koper Tumi dan tas koper LV.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleppy
Sleppy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %
banner265149 Iklan
(Visited 16 times, 1 visits today)

Please rate this

 

Average Rating

5 Star
100%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Dalam Kasus Edhy Prabowo Juga Terkait Monopoli Kargo Ekspor Benih Lobster

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *