Cerita Ekspedisi Militer Belanda ke Djambi 5/5 (2)

by
banner265149 Iklan

This post has already been read 6635 times!

Read Time:3 Minute, 32 Second

Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda)

JSCgroupmedia|Okebozz.Com — Willem Adriaan van Rees (1820-1898) sebetulnya merupakan perwira militer KNIL yang ditugaskan ke Hindia-Belanda pada tahun 1841. Dalam karirnya, ia akhirnya menjadi politikus.

Namun, yang membuat namanya dikenal adalah hobinya, yaitu menulis. Karya tulisnya terutama berkaitan dengan aksi-aksi militer di Hindia-Belanda di abad ke-19. Salah satu dari banyak tulisannya adalah buku berjudul De pioniers der beschaving in Nederlands Indië. Verhaal van enige krijgstochten op de buitenbezittingen atau Pionir Peradaban di Hindia-Belanda:

Kisah mengenai Beberapa Peperangan di Daerah-daerah Luar (Jawa). Dua bab di dalam buku yang terbit pada tahun 1866 itu mengulas tentang peperangan di antara Belanda dan Kesultanan Jambi. Dalam bahasa Indonesia, bab pertama yang akan diolah di sini berjudul:

‘Sebab-Musabab Peperangan dengan Jambi, Susunan Ekspedisi Militer, Aksi-aksi di Bulan Pertama, Rencana Serangan’. Inilah yang akan kita simak bersama.

Menurut van Rees, Sulthan Ratoe Taha Sifoedin yang berkuasa di Kesultanan Djambi sejak tahun 1856, sejak awal penobatannya sudah menunjukkan sikap memusuhi Belanda.

Ia pun tidak ragu-ragu menunjukkan bahwa dirinya tidak berminat memperpanjang kontrak yang telah ditandatangani oleh Sultan Mohamad Tahar Oedin pada tahun 1834.

Read the Next News ;   Akhirnya Warga Inggris Bisa 'Malam Mingguan', Usai Lockdown 3 Bulan

Pemerintah (Hindia)-Belanda tidak dapat lagi mengabaikan begitu saja salah satu kesultanan terbesar di pesisir timur Sumatra. Pada tahun 1850, ketika terjadi pemberontakan di Palembang, (walau masih terikat kontrak dengan mereka) Sang Sultan menentang Belanda dengan menyediakan Jambi sebagai tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para pemberontak Palembang. Walau sikap ini dicatat dan tidak disetujui oleh Belanda, mereka membiarkannya saja.

Awalnya Belanda berusaha membujuk sultan baru itu untuk mengakui kekuasaan Belanda. Mereka juga berusaha membujuknya untuk memerintah sesuai kontrak yang dibuat.

Pertama-tama, pejabat Belanda di Moeara Koempeh yang ditugaskan mendekati Sultan; lalu dua orang lagi diutus pula ke Jambi. Upaya ketiga orang itu tak berhasil sama sekali. Bagi Belanda, tak ada jalan lain. Mereka harus menjalankan ekspedisi militer untuk mempertahankan kekuasaannya.

Happy
Happy
50 %
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
50 %
banner265149 Iklan
(Visited 40 times, 1 visits today)

Please rate this

 

Average Rating

5 Star
100%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

One thought on “Cerita Ekspedisi Militer Belanda ke Djambi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *