Batalyon Raiders & US Army Rebut Tanah Merah 5/5 (2)

by
Pendaratan pasukan di Pantai Tanjung Harapan, Samboja, Kalimantan Timur dalam latihan bersandi Garuda Shields XV . (novi abdi/Antara)
banner265149 Iklan

Balikpapan | Kalimantan Timur | Okebozz.Com | JSCgroupmedia – Menjelang bibir pantai, ratusan serdadu berloncatan ke air dari perahu karet (LCR, landing craft rubber) yang membawa mereka dari kapal pendarat pasukan Adri 45 milik TNI Angkatan Darat dan LCU-2000 yang dioperasikan US Army, tentara darat Amerika Serikat, Kamis.

“Jarak dari kapal ke bibir pantai 1.800 meter, dan kemudian pasukan harus turun dari LCR karena laut surut, dan secara taktis berjalan kaki dan berlari, lebih kurang 300 m ke daratan,” papar Wakil Komandan Latihan Bersama TNI-AD dan US Army Garuda Shield XV Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto di Pantai Tanjung Harapan, Tanah Merah, Samboja, Kutai Kartanegara, 70 km utara Balikpapan.

Sebanyak 250 prajurit Batalyon 600 Raiders dan 122 serdadu Kompi C US Army dalam empat gelombang pendaratan menyebar di pantai dan segera menyuruk masuk hutan, mencari tempat berlindung, sementara para komandan regu berkoordinasi dan berkonsolidasi.

“Ke kiri, ke kiri. Tetap di tempatmu sampai perintah selanjutnya,” kata seorang komandan regu Raider.

Anak buahnya tiarap dalam senyap, menyembunyikan sosok mereka diantara semak, pepohonan, dan daun-daunan vegetasi pantai.

Menurut Pangdam Heri Wiranto, latihan praktik lapangan (field exercise) ini juga berisi latihan pertempuran darat.

Untuk menggantikan amunisi, digunakan perangkat pembidik dan sensor laser sebagai alat latihan menembak dan pengobatan luka tembak (Multiple Integrated Laser Engagement MILES).

Juga ada menembak sasaran, mulai dengan senapan mesin ringan, mortir, hingga dengan roket Astros dan Himars. Tidak ketinggalan latihan Aviation and Medical Exercise atau latihan dan penerbangan medis.

“Karena itu saya berharap latihan bersama Garuda Shield XV 2021 ini dapat memberi pengalaman, kepercayaan diri, dan meningkatkan keterampilan prajurit hingga jadi lebih profesional,” kata Pangdam Wiranto yang mengikuti latihan serupa pada 1985 di Pantai Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, di awal karir militernya.

Latihan bersama ini berlangsung hingga 14 Agustus mendatang. Selain belajar dan berbagi ilmu dan pengalaman kemiliteran, para peserta Garuda Shield juga akan berkesempatan tampil dalam berbagai cabang olahraga, juga seni dan budaya, yang dilombakan antara kedua pasukan. [ JSCgroupmedia | Benuanta/Antara | *** ]

Prajurit Korps Marinir TNI AL Berangkat Tugas Ke Ambalat

Surabaya – Prajurit Korps Marinir TNI AL berangkat melaksanakan penugasan ke Ambalat sebagai upaya menjaga kedaulatan NKRI dari Dermaga Madura Koarmada II Ujung Surabaya, Kamis.

Keberangkatan prajurit Korps Marinir TNI AL ke daerah penugasan tersebut dilepas oleh Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Ipung Purwadi mewakili Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono.

Satgasmar Pam Ambalat XXVII dipimpin oleh Dansatgas Kapten Marinir Cilvo Dwi Setiawan menggunakan KRI Teluk Youtefa-522 di Dermaga E Koarmada II.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Komandan Pasmar 2, Dankormar menyampaikan selamat kepada seluruh prajurit Pasmar 2 Korps Marinir yang terpilih untuk melaksanakan penugasan Satgasmar Pam Ambalat XXVII.

“Karena tugas yang dipercayakan kepada seluruh personel Satgasmar Ambalat XXVII merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi prajurit Korps Marinir,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, dalam rangka menjalankan amanat Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, terutama pada Operasi Militer Perang (OMP), Korps Marinir menggelar Satgasmar Ambalat XXVII yang memiliki tugas pokok melaksanakan pengawasan dan pengamanan pantai, pengamanan wilayah pelabuhan Tarakan, Nunukan dan Sebatik.

Kemudian, melaksanakan pertahanan pangkalan dan pertahanan pantai, melengkapi Analisa Daerah Operasi(ADO), melaksanakan patroli laut di sekitar pantai dalam rangka mendukung tugas pokok Kogasgab Ambalat.

Satgas ini, kata dia, akan melaksanakan tugas operasi selama sembilan bulan di daerah Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia.

“Saya yakin dan percaya bahwa kalian akan dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik, karena kalian adalah prajurit lapangan yang profesional, berkarakter dan militan,” ucap dia.

Pada kesempatan tersebut, Dankormar berharap agar bisa bertindak dan berlaku menyesuaikan situasi serta tingkat eskalasi dengan cepat, menjunjung tinggi kearifan lokal agar memudahkan untuk membaur dengan masyarakat guna mendukung pelaksanaan tugas pokok, namun tetap dengan kewaspadaan yang tinggi.

Dankormar juga memberikan beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas, yaitu melaksanakan penugasan secara profesional dengan memahami dan fokus pada tugas pokok, menghindari pelanggaran HAM dan pelanggaran lainnya.

Tak itu saja, prajurit juga diharuskan meningkatkan kewaspadaan, tidak pernah lengah sampai akhir penugasan, menghindari kegiatan bersifat rutinitas, dan menilai situasi dengan tingkat eskalasi-nya.

Lalu, membangun koordinasi dan kolaborasi dengan satuan samping serta aparat terkait untuk menciptakan harmoni dan sinergitas guna keberhasilan pelaksanaan tugas, serta melaksanakan pergeseran pasukan menuju daerah penugasan dengan tertib serta mengutamakan faktor keselamatan.

“Segera melakukan adaptasi begitu sampai di tempat penugasan, rebut simpati dan hati rakyat agar terjalin kemanunggalan TNI-Rakyat, juga landasi dengan doa, memohon keberhasilan dan kesuksesan tugas bagi seluruh personel,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asops Dankormar Kolonel Marinir Ahmad Fajar, para Pejabat Koarmada II, Wadan Satlinlamil 2 dan para pejabat teras di jajaran Pasmar 2. [ JSCgroupmedia | Benuanta/Antara | *** ]

banner265149 Iklan

Please rate this

 

One thought on “Batalyon Raiders & US Army Rebut Tanah Merah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[sliders_pack id="4755"]