Apa Anda Tahu! Raja Ampat Merupakan Salah Satu Surga Anggrek di Indonesia 5/5 (1)

by
Salah satu jenis anggrek yang ditemukan di Raja Ampat - Dok. Yanuar Ishaq/FFI's IP
banner265149 Iklan

Waisai | Raja Ampat | Papua Barat | Okebozz.Com | JSCgroupmedia — Keindahan Raja Ampat yang sering dijuluki Surga kecil yang jatuh ke Bumi kian semerbak dengan mulai sering ditemukannya beranekaragam jenis anggrek di daerah terestrialnya. Tumbuhan berkelopak indah ini diperkirakan berjumlah ratusan jenis, dengan keunikan dan varian yang mengerucut pada endimisitas, jika dibandingkan dengan dataran besar Papua maupun daerah lainnya. Di Papua sendiri, diperkirakan terdapat sekitar 3.000-an jenis anggrek, menempatkannya diurutan kedua setelah Pegunungan Andes di Amerika Selatan yang diperkirakan mencapai 7.000-an jenis anggrek. Keberadaan anggrek pun diperkirakan terdapat sekitar 30.000-an jenis di seluruh dunia.

Sebagai contoh pada jenis Dendrobium, telah ratusan jenis yang ditemukan dengan klasifikasi hingga tingkat spesies dengan sejumlah perbedaan, misalnya warna pada batang maupun jumlah ruas yang berbeda. Perbedaan tersebut kemudian mengklasifikasikan jenis anggrek dalam kategori spesies baru.

“Secara umum, para peneliti anggrek biasanya fokus pada kelembapan lingkungan tempat anggrek ditemukan, hal ini dapat berbeda di Raja Ampat, wilayah kepulauan dengan 4 pulau besar sebagai inti dengan ribuan pulau kecil lain tersebar disekitarnya. Sehingga memungkinkan memiliki tingkat endemik yang tinggi” jelas Maurits Kafiar.

Dari penjelajahan dan penemuannya itu, Maurits berharap semakin banyak penelitian anggrek oleh berbagai pihak dilakukan di Raja Ampat. Melalui hobi seperti fotografi maupun kebutuhan akademis di bangku kuliah misalnya, dapat menarik minat generasi muda Raja Ampat untuk berkontribusi dalam eksplorasi dan perlindungan anggrek skala lokal oleh masyarakat Raja Ampat itu sendiri.

Misalnya melalui penyebaran informasi anggrek yang ditemukan mereka melalui media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya sehingga memancing rasa ingin tahu para peniliti anggrek, baik dalam maupun luar negeri. Serta dapat juga mengunggahnya pada sejumlah situs sosial media berskala global yang dapat membantu proses identifikasi terhadap foto anggrek milik masyarakat yang diunggah. Sehingga hambatan seperti sebaran luas wilayah Raja Ampat yang berbentuk kepulauan dapat diminimalisir dengan keterlibatan langsung masyarakat dalam konservasi anggrek di lokasinya masing-masing.

“Informasi tentang anggrek Papua masih sangat kurang. Dalam lingkup yang lebih luas, bahkan sangat jarang ada penelitian yang dilakukan di belantara hutan Papua untuk meneliti tentang keanekaragaman hayati yang dimiliki Papua yang sangat kaya, baik flora maupun faunanya. Jika terus digiatkan, nantinya Raja Ampat mendapatkan predikat baru sebagai Surga Anggrek, menurut saya sangat pantas, karena banyak anggrek disini, jumlahnya bisa ratusan jenis,” lanjut Maurits.

Rekan Maurits, Botanis FFI’s IP – Raja Ampat, Yanuar Ishaq Dc, menjelaskan bahwa sejumlah ekspedisi dan eksplorasi lanjutan pun mulai dilakukan FFI’s IP – Raja Ampat bersama instansi pemerintah lainnya untuk mengumpulkan data dan informasi tentang anggrek di Raja Ampat. Dari ekspedisi dan eksplorasi tersebut, banyak potensi spesies anggrek endemik ditemukan.

Yanuar berharap kekayaan flora ini dapat dijaga kelestariannya, agar tidak sampai mengalami kejadian yang sama seperti pada kasus perburuan salah satu anggrek liar di Vietnam tahun 2009-2010. Anggrek dengan nama latin Paphiopedilum canhii, yang baru ditemukan pada tahun 2009, karena tingkat endemisitas dan keindahannya, diburu dan diperjualbelikan hingga nyaris punah. Hal ini sempat dituliskan dalam jurnal internasional dengan judul Field Survey of Paphiopedilum Canhii: From Discovery to Extinction.

Lanjut Yanuar, dalam ekspedisi dan eksplorasi yang telah ia lakukan di Raja Ampat, tidak hanya menemukan jenis-jenis endemik, namun juga terdapat jenis anggrek umum dan sering ditemui, contohnya seperti; Grammatophyllum scriptum, Vanda lissochiloides, Spathoglottis plicata, Dendrobium taylorii, Dendrobium platygastrium, Dendrobium capituliflorum, Dendrobium bracteosum, Calanthe triplicate, Brachypeza sp, Bulbophyllum spp., dan Neuwiedia veratrifolia. Jenis lain yang ditemui masih banyak yang belum dapat teridentifikasi dan diklasifikasikan.

Salah satu penyebab sulitnya proses identifikasi adalah bagian bunga belum berkembang dan mekar untuk diamati sebagai salah satu karakter pembeda jenis pada saat ditemukan. Sehingga menurut Yanuar, walaupun dalam marga yang sama, terdapat keunikan yang memiliki potensi untuk menjadi spesies baru.

“Berbagai upaya konservasi telah kami ambil bersama dukungan instansi pemerintah setempat, seperti patroli dan penguatan serta penyadartahuan masyarakat lokal akan pentingnya keanekaragaman hayati bagi kelangsungan hidup. Juga melalui pelaksanaan webinar bertema ‘Kerajaan Tumbuhan di Raja Ampat beberapa waktu lalu. Hal ini untuk mendorong semangat penelitian dan konservasi anggrek di Raja Ampat. Karena masih banyak yang belum teridentifikasi dan diklasifikasikan” ungkap Yanuar.

Salah satu peneliti anggrek dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) provinsi Papua Barat, Reza Saputra, menjelaskan mengenai penyebaran anggrek di Raja Ampat yang menurutnya memiliki perbedaan dengan anggrek secara umum. Anggrek Raja Ampat didominasi oleh jenis anggrek yang hidup dan berkembang di dataran rendah dan pesisir pulau. Walaupun terdapat kemiripan dengan jenis anggrek di dataran utama Papua, namun anggrek Raja Ampat memiliki varian yang unik dan cenderung memiliki ukuran yang lebih besar.

Dijelaskan Reza, dirinya bersama peneliti anggrek lokal memang belum memiliki data yang cukup untuk menentukan endemisitas jenis-jenis anggrek unik yang ditemukan, namun ia memperkirakan jumlah anggrek Raja Ampat dapat mencapai 200-300an jenis. Sehingga, ia pun berharap kerjasama banyak pihak, baik masyarakat lokal, peneliti, ilmuan, NGO, dan instansi pemerintah terkait untuk menjaga anggrek Raja Ampat dan melakukan proteksi dan konservasi pada spesies dan jenis prioritas anggrek yang berpotensi endemik Raja Ampat.

“Ada sekitar 128 jenis anggrek yang telah diidentifikasi di Raja Ampat. Dalam ekspedisi kami belum lama ini, dalam 5 hari saja, kami temukan sekitar 130-an anggrek hanya dari satu lokasi, belum lokasi dan wilayah lain. Potensi ini perlu dijaga dan kekayaan anggrek inilah yang menjadikan salah satu dasar penunjukan Waigeo sebagai cagar alam, karena Anggrek adalah salah satu identitas Raja Ampat,” jelas Reza Saputra. [ JSCgroupmedia | Raja Ampat | Arsul Latul Rahman | Ana R Septiana | *** ]

banner265149 Iklan

Please rate this

 

One thought on “Apa Anda Tahu! Raja Ampat Merupakan Salah Satu Surga Anggrek di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[sliders_pack id="4755"]