Akhirnya Indonesia Evakuasi Warganya di Afghanistan Dengan Pesawat TNI AU 5/5 (1)

by
Tangkapan layar kedatangan WNI yang dievakuasi dari Afghanistan, Jakarta, Sabtu (21 Agustus 2021). (ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna/RA) -
banner265149 Iklan

Jakarta | Okebozz.Com | JSCgroupmedia — Pesawat TNI AU yang membawa WNI dari Afghanistan mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sekitar pukul 03.09 waktu setempat. “Alhamdulillah kita berhasil mengevakuasi WNI dari Afghanistan, dan pagi ini mereka baru saja tiba dengan selamat di Jakarta,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Bandara Halim Perdanakusuma, Sabtu pagi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyambut baik WNI yang datang dari Afghanistan.

Marsudi menjelaskan, pemerintah telah memulangkan 26 WNI, termasuk staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Afghanistan.

Selain 26 warga negara Indonesia, lima warga Filipina dan dua warga Afghanistan, yang satu adalah pegawai KBRI, dan satu lagi pasangan warga negara Indonesia, juga dievakuasi dalam misi tersebut. “Selain WNI, lima WNI juga diangkut dalam misi evakuasi Indonesia ini sesuai permintaan pemerintahnya,” tegas Menkeu.

Marsudi mencatat, bantuan yang diberikan untuk membawa warga negara asing tersebut dalam misi evakuasi bukanlah yang pertama kali dan merupakan kewajiban kemanusiaan yang harus dilakukan.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, evakuasi WNI dari Kabul ke Jakarta tidak mudah karena banyaknya permasalahan dan dinamika di lapangan.

“Namun, semuanya dapat terlaksana dengan baik berkat kerjasama antar kementerian dan lembaga, sehingga operasi ini dapat berjalan dengan aman dan lancar,” kata Marsudi.

Seluruh WNI yang dievakuasi dan anggota tim evakuasi segera menjalani protokol kesehatan sesuai aturan kedatangan dari luar negeri.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah merencanakan untuk mengevakuasi WNI dari Afghanistan menyusul memburuknya situasi keamanan di negara itu setelah ibu kota Kabul diambil alih oleh gerilyawan Taliban pada Minggu, 15 Agustus 2021. [ JSCgroupmedia | VOINEWS | Nuke | ANT | *** ]

Biden kembali membela penarikan AS saat kekuatan dunia berjuang dengan evakuasi Afghanistan

Washington DC | Amerika Serikat | Okebozz.Com | JSCgroupmedia — Kekuatan dunia berjuang pada hari Jumat (20 Agustus) untuk mempercepat evakuasi dari Afghanistan setelah laporan pembalasan Taliban, ketika Presiden AS Joe Biden bersikeras bahwa kekacauan setelah penarikan pasukan Amerika tidak mengurangi kredibilitas internasional Washington.

Menghadapi banyak kritik di dalam dan luar negeri atas penanganan penarikan dan penaklukan Taliban berikutnya di Afghanistan, Biden berjanji bahwa setiap orang Amerika yang ingin dievakuasi, dengan sekitar 13.000 diterbangkan sejauh ini.

“Saya tidak melihat ada pertanyaan tentang kredibilitas kami di seluruh dunia dari sekutu kami,” kata Biden dalam pidato dari Gedung Putih.

“Kami bersatu dengan mitra terdekat kami untuk menjalankan misi yang ada,” katanya.

Dia mengatakan dia tidak bisa menjanjikan apa hasil akhirnya di Afghanistan, di mana Amerika Serikat telah mengobarkan perang 20 tahun. Tetapi dia berjanji untuk bekerja dengan negara-negara lain untuk menetapkan “kondisi yang keras” untuk setiap kerja sama atau pengakuan terhadap Taliban, berdasarkan catatan hak asasi manusia mereka.

“Mereka ingin mendapatkan legitimasi, mereka harus memikirkan bagaimana mereka akan mempertahankan negara itu,” katanya. “Dan akan ada beberapa kondisi yang keras, kondisi kuat yang akan kita terapkan yang akan bergantung pada … seberapa baik mereka memperlakukan perempuan dan anak perempuan, bagaimana mereka memperlakukan warganya.”

Ribuan warga Afghanistan yang putus asa mencengkeram surat-surat, anak-anak dan beberapa barang-barang memadati bandara Kabul di mana anggota Taliban yang membawa senjata mendesak mereka yang tidak memiliki dokumen perjalanan untuk pulang. Di dalam dan sekitar bandara, 12 orang tewas sejak Minggu, kata pejabat NATO dan Taliban.

Mantan pejabat pemerintah menceritakan kisah-kisah mengerikan tentang bersembunyi dari kelompok itu, ketika orang-orang bersenjata bersenjata pergi dari pintu ke pintu. Satu keluarga yang terdiri dari 16 orang digambarkan berlari ke kamar mandi, mematikan lampu dan menutup mulut anak-anak, dalam ketakutan akan nyawa mereka dengan para militan di depan pintu mereka.

“Mereka yang mungkin dalam bahaya tidak memiliki jalan keluar yang jelas,” kata juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Shabia Mantoo, mendesak negara-negara tetangga untuk menjaga perbatasan tetap terbuka.

Kecepatan kelompok Islamis menaklukkan Afghanistan, ketika pasukan asing ditarik, bahkan mengejutkan para pemimpin mereka sendiri dan meninggalkan kekosongan kekuasaan.

Biden mengulangi pendapatnya bahwa militer Afghanistan yang didanai dan dipersenjatai AS diperkirakan akan melakukan lebih banyak perlawanan.

“Konsensus yang luar biasa adalah bahwa mereka (pasukan pemerintah Afghanistan) tidak akan runtuh … mereka tidak akan meletakkan senjata dan lepas landas,” kata Biden.

Taliban menyerukan persatuan, meminta para imam pada salat Jumat untuk membujuk orang agar tidak pergi. Penduduk di Kabul dan empat kota lainnya mengatakan kehadirannya rendah, meskipun doa-doa berlalu tanpa insiden.

Washington memiliki sekitar 5.800 tentara yang mengendalikan bandara tetapi mengakui tidak mengetahui berapa banyak warga AS yang berada di Afghanistan. [ JSCgroupmedia | VOINEWS | Nuke | CNA | *** ]

banner265149 Iklan

Please rate this

 

One thought on “Akhirnya Indonesia Evakuasi Warganya di Afghanistan Dengan Pesawat TNI AU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[sliders_pack id="4755"]